CAKE PUDING CARAMEL

tmp_29648-17-05-28-20-57-38-483_deco96941205

Lihat puding ini untuk pertama kali di blognya mba Hesti. Penasaran selalu ingin buat.. Warna cakenya menarik plus ditutup puding caramel.

Sayang kemudian terlupakan…sampai akhirnya lihat postingan mba Selma tentang kue ini lagi di Instagram. Langsung ditandai simpan…Tapi ya gitu deh baru bisa praktek dihari minggu kemarin sebelum ke gereja. Bener diniatin banget karna sdh gatal pengen baking.

Sayangnya stok gula dirumah tidak.mencukupi. Tapi karna penasaran tetep bikin, toh puding karamelnya pikirku sdh.manis. Ah…sayang ternyata hasilnya kurang maksimal.

tmp_29648-17-05-28-21-02-48-518_deco1999756239

Satu kendala lagi yg aku temui dalam.membuat kue ini karna ingin menggunakan pewarna alami dibanding sintetis adalah saat mencampur bubuk macha. Karna tdk dilarutkan sebagian matchanya masih menggumpal. Next aku.mau coba ulang proses pembuatannya.

 

PUDING CARAMEL CAKE

Bahan

Karamel

3 Sdm Gula Pasir

 

Puding

300 ml Susu

90 gr gula

3 btr kunig telur

1 Btr telur utuh

1/2 sdt Vanili

 

Zebra Cake

3 Btr kuning telur

70 gr gula pasir

135 ml susu

45 ml minyak goreng

140 gr terigu

1/2 sdt garam

1 Sdt baking powder

70 gr gula

6 Btr putih telur

Cara

  1. Taburi loyang dgn 3 sdm gula pasir..taruh diatas kompor..Panaskan dgn api kecil sampai semua gula mencair. Putar loyang hingga semua permukaannya tertutup karamel lalu sisihkan. Tidak masalah kalo nanti mengeras dan retak.
  2. Campur semua bahan puding lalu aduk rata tuang keatas karamel.
  3. Kocokputih telur awalnya dgn kecepatan sedang sampai berbusa..masukkan gula..kocok lagi sampai kaku tandanya ketika wadah dibalij adonan tidak tumpah.
  4. Dalam wadah terpisah, kocok kuning telur, gula, garam susu sampai berubah warna. Masukkan baking powder bersama terigu…Aduk rata
  5.  Ambil sebagian putih telr aduk dalam adonan. Setelah rata masukkan semua kedalam adonan putih telur. Aduk rata dgn lembut.
  6. Bagi adonan menjadi 3 bagian yg berbeda…Satu bagian campur dgn bubuk taro, satu bagian dgn bubuk matcha
  7. Tuang adona cake dicenter puding secara bergantian.
  8. Panggang dgn sistem Au Ban Marie selama 1 jam. Utk suhu awal jgn terlalu tinggi biar cake tdk pecah.

Loyang tdk diolesi apa apa…tunggu adonan dingin baru dibalik

Iklan

LEUNCA

Leunca jika dilihat sepintas mirip dengan tekokak atau rimbang. Keduanya memang masih satu keluarga dan masuk kategori terong terongan. Namun tektur dan rasa keduanya sungguh berbeda.

Saya baru tau ketika mertua bawa oncom dari Bandung utk dibuat sambal oncom leunca kesukaan suami…Oncomnya bawa, leuncanya tidak.

Dengan gaya meyakinkan..saya bilang ke mertua bahwa Leunca ada disupermarket. Begitu penyerahan hasil hunting…mertua bilang itu tekokak…

“Loh iya mah …bukannya tekokak dan leunca sama?” Mantu sok tau

Untung mertuaku sabar menjelaskan bahwa Leunca dan tekokak berbeda. Tekokak memiliki kulit yg lbh keras dan ada aromanya. Sedang Leunca kulitnya lebih lembut bila dimasak…Maklum mantu hanya tau gambar Leunca lewat internet.

Beberapa waktu yg lalu temen satu gereja coba menanam leunca. Bibit didapat dari Leunca yg sdh tua. Begitu tumbuh sebagian dia berikan ke saya. Maklum nyari leunca di Bali agak susah plus tau kalo saya penggila tanaman. Walau punya lahan seuprit, semua-semua kalo bisa ditanam.

Sayang tanaman yang diberikan ke saya terkena serangan kutu putih. Hingga pertumbuhannya tidaklah bagus dan agak kerdil. Berbuah namun tidak maksimal, karna jengkel, saya cabut buang.

Dan seperti biasa pohon tua, ranting pemangkasan, limbah dapur saya tumpuk dalam kotak streofom utk dijadikan kompos.

Beberapa bulan kemarin saya mulai melihat tanaman ini nyembul dr balik tutup  streofom…Saya biarkan ternyata tumbuh subur …Lumayan buah yang dihasilkan satu pohon ini cukup lebat hingga bisa saya olah sebagai sambal walau tanpa oncom. Maklumlah nyari oncom di Bali susah pake bingits ya permisah jadi belajar mencukupkan dengan yg ada he…he….

SAMBAL LEUNCA

 

Bahan

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

5 bh cabe keriting

8 bh cabe rawit

1 bh tomat

1/2 sdt terasi

gula merah

garam

penyedap jamur

segenggam leunca yg sdh dibuang tangkai buahnya

Cara

  1. Blender semua bahan kecuali Leunca
  2. Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga wangi
  3. Masukkan Leunca beri sedikit air, bumbu garam, gula dan penyedap jamur
  4. masak hingga sambal agak kering

 

 

 

 

 

SAMBAL ROA

Perkenalan pertama saya dengan sambal Roa ini di salah satu restoran Menado yang ada di Denpasar.

Sambal Roa adalah sambal yang terbuat dari daging ikan Roa. Dari beberapa artikel yang saya baca ikan ini termasuk ikan yang sudah mulai langka. Ukurannya sendiri tidaklah telalu besar dan memiliki cucuk yang runcing di ujung mulutnya.

Begitu sambal Roa disajikan saya takjub dengan ukurannya sepiring kecil yah kalo di sendok mungkin hanya satu atau dua sendok makan dengan harga 40 rb. Sayangnya harga segitu tidak diimbangi dengan rasa yang enak…Daging ikan sekeras kayu menusuk-nusuk gusi saat dikunyah, mengahabiskannya sungguh memerlukan perjuangan bahkan sebagian mendarat di tong sampah.

Kemarin selesai mengomentari foto temen di Fb yang habis liburan dari Menado, saya langsung di telphone. Dalam hati jangan-jangan dia kepencet nomer HP saya. Di angkat ternyata saya mau dikasih oleh-oleh ikan Roa sudah diasap tapi belum diolah plus ikan Cakalang.

Jujur masih agak trauma dengan perkenalan pertama. Tapi agak-agak penasaran dengan cerita yg beredar tentang kenikmatannya. Penasaran juga dengan cara pembuatannya.

Akhirnya bertanyalah bumbu yg biasa dipakai teman saya dalam membuat sambalnya ditambah dengan gogling di internet.

Sempat bingung juga sih karna yg saya baca ikan semungil itu kulitnya mesti dikupas dulu. Bayangan saya pasti susah ngupasnya…au…au ternyata enggak tuh. Kulit ikan Roa yang sdh diasap akan membuat lapisan kulit tipisnya menjadi gampang untuk dilepas.

Oh iya dari internet juga saya baru tau ikan ini tidak boleh dimandikan….bukan karna dia kafir 🙂 tapiiii karna dengan mencuci ikan akan membuat daging ikan keras untuk diolah…

Hasilnya pagi ini saya sarapan dengan telur dan sambal Roa saudara-saudara….Rasanya beneran enak, tekturnya seperti abon (jelas wong daging ikan diblender) dengan sedikit bau pengasapan. Awalnya saya pikir suami nggak doyan…loh ternyata nambah lagi makannya.

Makasih bu Maya yg sdh mau membawakan ikan Roa dan memberikan tantangan ke saya untuk mengolahnya.

PR selanjutnya mengolah daging ikan cakalang asap…..hmmmm berhasil nggak ya, kita lihat saja nanti.

SAMBAL ROA

ikan Roa

bawang merah

Cabe rawit

garam
Cara mengolah

  1. Bersihkan ikan dari kulit yg menempel, buang kepala dan tulang
  2. Goreng dalam minyak panas sebentar lalu tumbuk halus atau dibelender
  3. Iris bawang merah, goreng sampai kuning. Masukkan cabai rawit
  4. Tuang sedikit minyak kepenggorengan masukkan daging ikan, bawang merah dan cabai
  5. Selesai….tinggal makan nasi panas 🙂

 

 

KEDAI SINGAPORE NUSA DUA

 

Bertepatan dgn kunjungan raja Salaman, kami memutuskan memakai keanggotaan club salah satu hotel untuk menginap di salah satu hotel Nusa Dua…syukur-syukur bisa bertemu dengan para pangeran yang ganteng-ganteng itu, lumayan buat cuci mata yg sdh mulai kabur. Yah siapa tau bisa bersih bersinar seperti habis dicuci pakai sunlight he…he…he.

Kalo para pangeran menikmati makan malamnya di hotel bintang 5…Kita milih ditempat lain, boseen bo makan makanan hotel …sombong (padahal lagi penghembatan budget). Apalagi suami sdh ngiler-ngiler lihat postingan anggota salah satu kuliner di Facebook.

Walau tinggal di Bali sebenarnya paling ogah ke Nusa Dua….berasa jauh apalagi cuma utk hunting makanan. Nah ini mumpung ada diwilayah tersebut jadi pasti di bela-belain. Namanya Kedai Singapore, menu yg disajikan pastilah khas negara tetangga tersebut.

Kita memilih 3 menu yang berbeda…aku memilih laksa ayam, si kecil laksa udang dan papinya memilih nasi Hainan.

Nasi Hainannya enak…sesuai dengan review teman-teman digroup, ayamnya empuk nasinya gurih bahkan suami  hampir nambah lagi karna begitu terkesan dgn rasanya.

Laksa udang juga lumayan. Yang sedikit trouble laksa ayam saya…kuah yang disajikan terlalu pekat dan keasinan…komplain ke pelayanannya…diganti sih tapi masih asin buat lidah saya…untung kuah ayam suami masih tersisa jadi saya campur supaya rasanya agak balance dan saya minta tambah irisan timun. Laksa yg disajikan disini pakai tauge dan irisan daun mint. Berbeda dengan laksa yg saya makan di Singapore yang ada aroma daun laksanya.

 

MANISAN KULIT JERUK

tmp_29144-16-12-05-18-27-00-548_deco1484847309

Sudah dari beberapa tahun yang lalu melihat cara pembuatan manisan kulit jeruk berseliweran di medsos saya dan beberapa Tv chanel memasak. Rasanya kok males membuatnya, bayangan saya rasanya bakal pahit dan sedikit getir agak manis gimana gitu. Duh ogah banget…mending juga jadi bahan kompos.

Beberapa bulan yang lalu di ajak suami ngedate makan ronde pinggir jalan. Tempatnya kecil bersih, tapi jangan salah varian rasa yang dijual nggak seperti kebanyakan ronde pinggir jalan. Kami memilih white and black ronde yang di recomen pedagangnya dan ronde coklat. Dua-duanya enak, yang white and black ketika digigit langsung tercium aroma wijen hitam bercampur butter. Sedang yang coklat sensasi rasanya perpaduan coklat dan aroma jeruk yang nikmat.

Dapat bocoran dari penjualnya jika isian coklatnya dicampur manisan kulit jeruk buatan sendiri. Malah menurut dia kadang beli sunkist berkilo-kilo hanya untuk diambil kulitnya untuk dibuat manisan. What?….Saya langsung garuk-garuk kepala yang tiba-tiba berasa gatal. Kulit jeruk yg saya buang-buang ternyata rasanya bisa seenak itu.

Kebenaran ada acara natalan bersama teman-teman Sabtu lalu. Masing-masing keluarga membawa potluck untuk dimakan bersama. Saya buat udang jeruk kesukaan suami….sdh bisa dipastikan kali ini saya memiliki limbah kulit jeruk. Buang tempat sampah he…he…tidak lagi setelah saya tau rasanya bisa senikmat itu.

tmp_29144-16-12-05-18-18-48-129_deco1652786102

MANISAN KULIT JERUK

Bahan

3 buah jeruk sunkist diambil kulitnya

3 cup gula

1 cup air

gula untuk taburan

Cara

  1. Cuci bersih kulit jeruk lalu tiriskan
  2. Buang sponge putih yang ada dibawah kulit jeruk, caranya balik kulit jeruk dengan posisi sponge putih menghadap keatas, tekan lalu iris diantara sponge putih dan permukaan kulit jeruk
  3. Didihkan air, rebus kulit jeruk sebentar 5-10 menit buang airnya
  4. Taruh 1 cup air di panci, masukkan gula didihkan sampai gula mencair dan agak berserabut. Masukkan kulit jeruk didihkan sampai gula mengental dan tiriskan
  5. Sebar kulit jeruk diatas permukaan wadah, angin-anginkan sampai setengah kering beri taburan gula pasir. Diamkan dalam wadah terbuka dalam kulkas selama sehari sampai kering
  6. Kulit jeruk siap disantap atau untuk bahan campuran

tmp_29144-16-12-05-18-17-42-553_deco2091178708

LEMON BALM

Lemon Balm atau bahasa ilmiahnya Melissa officinalis  masih merupakan keluarga dekat dengan mint merupakan tanaman Eropa, Iran dan Asia Tengah yang menyebar ke Amerika dan beberapa negara lainnya.

Saat mengunyah daunnya yg tercium adalah perpaduan aroma lemon dan mint yang nikmat. Tidak salah apabila banyak di gunakan dalam campuran teh dan salad.

Karna yang saya dapatkan satu pot dengan kondisi tanaman sudah sehat dan bagus yg saya lakukan adalah cuma tinggal merawat dan memperbanyaknnya seperti biasa. Jaga-jaga kalo tanaman yang satu mati saya masih punya cadangannya.

tmp_1200-p_20161202_074740_vhdr_on-1290182462

Dari beberapa artikel yang saya baca tanaman ini kaya akan antioksidan. Merupakan bahan populer dalam produk anti penuaan dan supplement makanan.

Mau awet muda mungkin saatnya mambahkan lemon balm ini kedalam salad anda ha…ha….

Tapi saya tertarik untuk memasukkannya kedalam campuran cookies saya. Mumpung menjelang natal saatnya hunting resep dan bereksperimen dgn kue kering.

APAM MENUL-MENUL

p_20161120_070250_vhdr_on_1_1

Susahnya kalo lagi kangen makanan sedang yang jual nggak ada di daerah yg kita tinggali saat ini. Cara satu-satunya ya buat sendiri. Sekarang gampang tinggal searching resep di internet. Namun kadang yg didapat, rasa antara yg diharapkan dengan realita berbeda 180 derajat.

Seperti kali ini….kangen makan apem hijau khas Samarinda. Apemnya berbeda dari apam yg biasa kita jumpai. Bentuknya juga tidak mekar seperti bolu kukus malah berbentuk segitiga. Memiliki serat seperti bika ambon tapi rasa apam. Bolak balik nyari dan nulis kata kunci apam hijau. Keluarnya mesti tidak seperti yang di inginkan.

Menurut saya kue ini agak langka cause di Samarinda sendiri hanya bisa ditemui di Pasar Subuh. Yang jualpun cuma satu…

Setelah sekian lama searching akhirnya nemu juga yg penampakkannya mirip. Itupun dari blognya negara tetangga.

Percobaan pertama gagal total…whoa…bantet.  keras…apek dan mendarat sukses dikeranjang sampah.

Menyerah? Not me banget..gitu loh..

Baca2 lagi., coba di kombain resep satu dengan resep lainnya. Dipercobaan kedua walau dikit bantet untuk rasa anak-anak doyan walau penampakkan nggak sesuai spt apam hijau yang di inginkan.

Percobaan ketiga lebih sempurna walau tektur tidak seperti apam hijau impian.Namun anak-anak doyan

Biar ndak lupa saya tulis dulu aja apam  menul-menul ala saya. Sementara saya tulis pake gelas yg saya gunakan.

16-11-20-18-08-10-293_deco

 

APAM MENUL-MENUL

Bahan

1 gelas nasi yg sdh di fermentasi

1 gelas tepung kanji

1 gelas terigu

1 gelas tepung beras

1 cup gula

2 gelas air

10 Lembar daun pandan

1/4 sdt air abu

1/2 kelapa muda diparut dikukus dengan sedikit garam

 

Cara

  1. Belender daun pandan dengan air lalu sari.
  2. Belender Nasi Fermentasi dengan air pandan lalu saring
  3. Campurkan 3 jenis tepung dalam baskom lalu tuang air nasi. Tambahkan gula lalu aduk rata.
  4. Biarkan semalaman.Saya buatnya malam lalu besok paginya
  5. Tambahkan air abu. Aduk Rata
  6. Panaskan dandang yg sudah diberi air sampai bergolak.Taruh loyang yg sdh diolesi minyak tuang adonan lalu kukus sampai matang

16-11-20-18-06-55-980_deco