BISKUIT ULAT BULU

Mau bikin kue kering buat natalan tahun ini kok ya berasa banget malesnya. Padahal udah buka-buka resep.

Karna ilham nggak dapert-dapet, maunya sih beli saja.  Kemarin pas kencan dengan suami ke mal tekadnya sudah bulat untuk Natalan tahun ini kuenya beli. Begitu nyamperin toko kue dan lihat harganya rencana langsung dibatalkan. Moso harga untuk setoples kecil kue kering mendekati seratus ribu. Ada sih yang murah tapi takut rasanya nggak jelas.

Yang terbaik ya buat sendiri, bahannya kan kita juga pake yang premium. Lagian toh cuma bikin kue kering…. kecil, tingkat kegagalannya jarang terjadi.

Akhirnya pilihan kue saya jatuhkan pada biskuit ulat bulu yg sudah lama bertebaran di med sos teman2 dari negri Jiran Malaysia. Suka warna ijonya dan bentuknya yg cantik. Smua bahan disiapkan sampai pasta pandannya pun khusus saya beli untuk bikin biskuit ini.

Lah tapi ternyata kenyataan tidak sama seperti yang dibayangkan, mungkin karna saya terlalu menyepelekan…beberapa kue saya bahasa Indonesia kerennya bledos, meledak dengan sukses selama masih dipanggang. Entah salah dimananya, mungkin karna saya terlalu banyak berekperimen dgn bahan….nyaris putus asa wong saya bikinnya sedikit. Akhirnya kue saya panggang dengan api kecil. Jadinya setengah cantik dan setengahnya lagi buruk rupa. Rasanya sih menurut saya lumayan karna pake perjuangan dan doa he…he…

tmp_19477-16-12-28-05-38-49-527_deco1553670162

Biskuit Ulat Bulu

Bahan-bahan :

300 gr tepung terigu

150 gr tepung maizena (saya ganti tepung kanji)

50 gr susu tepung( karna nggak ada saya nggak pake)

180 gr minyak sapi (butter)

100 gr margarin

100 gm gula icing

Pasta pandan hijau

Buah kurma yg dipotong memanjang, lebih kurang 6 irisan drpd 1 biji buah kurma (saya ganti kismis)

Castor sugar (Hiasan..tabur diatas biskut)

Cara

  1. Kocok mentega dan gula sampai tercampur rata
  2. Masukkan tepung dan pasta  pandan
  3. Ambil adonan bentuk bulat masukkan isian lalu bentuk lonjong
  4. atasnya tekan secara perlahan dengan garpu
  5. Panggang dalam api kecil selama 1 jam
  6. Selagi masih panas taburi dengan gula pasir
Iklan

LONTONG PARIS

DSC02074 copy

Terima surcin KBB sedikit amazing sama judulnya…”Lontong Paris”. Dalam bayangan saya lontong paris itu adonan daging yang diberi bumbu-bumbu khas kota paris dan dipanggang menyerupai lontong. Ternyata merupakan kue kering klasik dari Sulawesi

Jauh dari kesan lontong yang dibungkus dari daun pisang maupun kota Paris. Ya mungkin si pencipta kue melihat bentuk kue lonjong-lonjong menyerupai lontong dan dibaluri caramel plus taburan kacang ala-ala chef dr kota Paris. Maka nama Paris pun disematkan di nama cookies ini.  Malah dibeberapa tempat kue ini sebut kurma Sulawesi walau dalam komposisi bahan sama sekali tidak ditemui tambahan kurma.

Tadinya saya pikir membuat cookies ini gampang. Prosesnya sama seperti pembuatan cookies yang lain, toh saya juga sudah lihat juga prosesnya di Youtube.

Mencampur adonan sampai tahap pemanggangan semua berjalan lancar. Kesulitan dimulai saat membalurkan kacang pada cookies yang sudah dilumuri karamelnya sungguh-sunguh membuat saya berkeringat dan jari jemari saya sedikit melepuh. Benar kata host perlu ketalenan tersendiri dapam mengerjakan PR kali ini

Awalnya setelah gula mulai mejadi karamel dan berserat, saya masukkan beberapa potong kue spt yg di youtube sekaligus lalu saya letakkan pada hamparan kacang cincang dan diaduk. Yang terjadi hasilnya kue menempel satu dengan yang lainnya.

Coba satu-satu dicelupkan ke karamel lalu celup lagi ke kacang cincang, Agak susah menempel jadi saya tekan pake tangan…waduh ternyata karamel masih panas.

DSC02082 copy

Akhirnya saya punya ide menaruh sebagian cincangan kacang dalam wadah kecil. Saya angkat kue yang sudah dicelup kedalam karamel langsung saya gulirkan kue ke atas potongan kacang sambil tempatnya agak digoyang. Ternyata hasilnya mulai terlihat rapi.

Terakhir yang jadi kendala adalah cincang kenari saya sudah habis, sedang cookies yang polosan masih banyak. saya coba pake pumkin seed ternyata enak juga. Sayang nasibnya sama seperti kenari stok saya ternyata terlau sedikit untuk membaluri seluruh kue. Hmmmm untung masih punya wijen putih, coba saya pake ternyata rasanya oke juga….Lagi-lagi nasibnya sama seperti kenari dan pumkin seed habis sebelum waktunya. Buka kulkas coba mencari stok wijen hitam kok nggak ada. Pilihan terakhir  pake Poppie seed kali ini stoknya mencukupi. Walau tampilan tidak secantik yg lain untuk rasa saya suka yang terakhir.

Selesailah PR saya dengan 4 variasi rasa he…he…

Oh ya untuk catatan resep saya hanya menggunakan setengah saja. Karna susu bubuk tidak punya stok margarin saya campur dengan sedikit butter. Sedang untuk karamel, saat semua gula sudah mencair saya beri sedikit air agar ketika karamel sdh mengering cookies tidak menjadi terlalu keras.

DSC02073 copy

Lontong Paris

(Bunda Yusnawati)

Adonan:

250 gram        margarin

200 gr              gula halus

2 bh                 kuning telur

2 sdm              susu bubuk

1 sdm              meizena

Vanili               secukupnya

400-450 gram tepung terigu, ayak

Lapisan Karamel:

Gula pasir

Kacang tanah kupas kulit, sangrai, cincang/haluskan dengan food processor. Letakkan dalam wadah.

Cara:

1.      Kocok margarin dan gula halus hingga pucat tapi tidak terlalu putih. Masukkan kuning telur, kocok. Masukkan tepung terigu, meizena, dan susu bubuk, vanili sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula.

2.      Pulung adonan dengan plastik hingga berdiameter sebesar jari. Potong sepanjang 5 cm atau sesuai selera. Panggang 160oC selama 30 menit atau hingga matang. Dinginkan.

Cara membuat lapisan caramel (hari berikutnya):

1.      Lelehan gula pasir beberapa sendok makan dengan api kecil dalam wajan kecil. Biarkan gula meleleh dan berwarna keemasan. Aduk perlahan. Selanjutnya masukkan kue kering satu persatu dan balurkan dengan karamel hingga semua bagian kue tertutup karamel.

2.      Segera gulingkan kue berbalut karamel ke wadah berisi kacang cincang.

3.      Diamkan hingga dingin. Angkat.

4.      Setelah pakai, wajan dibilas dengan air panas hingga bersih. Ulangi pembuatan karamel.

5.      Ulangi pembuatan karamel dan pembaluran kacang.

Lontong Paris

Recook by: me

Adonan:

75 gr                margarin

50 gr                butter

50 gr                gula halus

1 bh                  telur

1/2 sdm           meizena

250 gram        tepung terigu, ayak

Lapisan Karamel:

Gula pasir

sedikit air

Kacang kenari, Pumkin seed  panggang sebentar, cincang/haluskan dengan food processor. Letakkan dalam wadah.

Poopy seed, wijen putih

Cara:

1.      Kocok margarin dan gula halus hingga pucat tapi tidak terlalu putih. Masukkan kuning telur, kocok. Masukkan tepung terigu, meizena, dan susu bubuk, vanili sedikit demi sedikit. Aduk rata dengan spatula.

2.      Masukkan adonan ke dalam plastik. Gilas sehinga ketebalan  7 mm. Masukkan ke dalam kulkas hingga kaku. Lalu potong sepanjang 5 cm atau sesuai selera. Panggang 160oC selama 30 menit atau hingga matang. Dinginkan.

Cara membuat lapisan caramel (hari berikutnya):

1.      Lelehan gula pasir beberapa sendok makan dengan api kecil dalam wajan kecil.  Biarkan gula meleleh dan berwarna keemasan. Aduk perlahan.Beri sedikit air masak lagi sambil muncul banyak gelembung kecil. Selanjutnya masukkan kue kering satu persatu dan balurkan dengan karamel hingga semua bagian kue tertutup karamel.

2.      Segera gulingkan kue berbalut karamel ke wadah kecil yang berisi kacang cincang.

3.      Diamkan hingga dingin. Angkat.

  DSC02076

Green Tea Snowball Cookies

DSC01832

Cookies Putri Salju merupakan salah satu cookies jadul kegemaranku selain Nastar dan Kastangel.

Renyahnya almond bercampur dengan aroma butter plus taburan gula bubuk bikin selalu ketagihan. Cuma sang Putri salju yang identik dengan warna putih sekarang berubah hijau karna dalam adonannya aku tambahkan  green tea bubuk.

Karna warnanya tidak lagi dominan dengan warna putih maka si  Putri salju berubah nama menjadi Green tea  Snowball Cookies

DSC01841

GREEN TEA SNOWBALL COOKIES

Bahan:

100 gr Margarin

75 gr Butter

75 gr Gula bubuk

1 bt Telur

75 gr almond bubuk

250 gr terigu protein rendah

1 sdm green tea bubuk

gula bubuk untuk taburan

Cara

  • Kocok Margarin, buter, gula dan telur cukup sebentar
  • Masukkan bubuk almond aduk
  • Masukkan campuran terigu, green tea bubuk dan maizena
  • Ambil sedikit adonan lalu bentuk  bulat.
  • Panggang sampai matang
  • Selagi hangat taburi dengan gula bubuk

 

DSC01838

COCONUT & CHOCO COOKIES

DSC01732A copy

Di karunia dua orang putra buat saya sungguh saya sungguh anugrah terindah dari Bapa di surga. Terlebih putra terkecil.

Jujur kehamilan si kecil ini tidak terencana sama sekali. Maunya sih waktu itu cukup satu anak saja. Proses melahirkan sulung yang menyakitkan membuat saya trauma. Apalagi saat itu perekonomian kami juga masih pas-pasan. Tambah anak berarti tambah pula biaya yang harus dikeluarkan.

Tak disangka ketika si sulung menginjak usia 3 tahun saya dinyatakan positif hamil

Namun Tuhan itu sungguh baik, setiap anak diberi rejeki masing-masing. Begitu kehamilan anak kedua memasuki usia ke sekian bulan ternyata ekonomi kami perlahan-lahan mulai naik. Apa yang saya cemaskan tidak terjadi, Bahkan kami di beri rejeki lebih dari apa yang kami pikirkan.

Sekarang si bungsu sudah tumbuh menginjak usia remaja. Walau kadang masih agak manja tapi bisa dikata dia anak yang ringan tangan. Mulai mencuci piring, jemur pakaian sampai bantu papinya input penjualan dia lakukan tanpa mengeluh. Malah kadang malam sebelum tidur masih pijet-pijet kaki papinya.

Saat saya sibuk di dapur pun dengan senang hati dia akan menawarkan bantuan, terutama diwaktu saya bikin kue. Mencuci mangkok bekas adonan salah satu kesukaannya karna disitu dia akan bebas menjilati sisa-sia adonan yg nempel digarpu mixer dan mangkok persis seperti waktu saya kecil dulu.

Saat bikin cookies ini selain  mencuci mangkok bekas mengocok adonan, dia kebagian juga nempelin choco chip.

Papinya sempat bertanya “Kamu nggak cape nak? Tadi sudah bantu papi input penjualan dan belum istirahat siang loh”.

Jawabannya diplomatis banget ‘” Enggak papa, Joel melakukan ini karna suka”.

Emaknya sih senyum-senyum  tau alasan sebenarnya. Selain dapat bonus menjilati sisa adonan, sebagian choco chip yang ditempelin dicookies akan mendarat dimulutnya juga.  Ha…ha…ha…

DSC01730A

COCONUT & CHOCO COOKIES

 

Bahan

227 gr butter

100 gr Margarin

150 gr dry coconut

300 gr tepung terigu protein rendah

1 sdt garam

150 gr gula halus

2 sdm maizena

choco chip

 

Cara:

Kocok margarin, butter, gula dan garam sampai tercampur rata, nggak perlu lama-lama

Masukkan dry coconut, aduk rata

Masukkan campuran terigu dan maizena. Aduk dengan spatula

Ambil adonan dibentuk bulat-bulat lalu ditekan dengan ujung sendok. Taruh choco Chips diatas

Panggang lebih kurang 30 s/d 60 menit dengan api kecil. Putar loyang kue setiap 15 menit sekali biar matangnya merata.

DSC01736

KASTENGEL

Kastengel

We wih u Mary Christmas

We wih u Mary Christmas

Lagu itu bergema hampir di setiap mall yang saya kunjungi. Namanya juga memasuki bulan Desember dimana suasana natal langsung terasa.

Sementara persiapan saya baru sampai memasang Chrismas tree.

Bikin kuenya belum  sempet maklumlah barusan pindahan. Oven sudah dianggurin berminggu-minggu sampai kemarin di sela waktu saya mempersiapkan potluck yg akan di bawa ke acara natalan bersama glem kecil, kue natal pertama saya ditahun ini akhirnya  terpanggang juga.

Dimulai dengan kue kesukaan saya Kastengel. Biar kata ini termasuk kue jadul, saya teramat-amat suka dengan aroma chesynya yang selalu mengoda. Bayangkan saya bisa menghabiskan cookies ini satu toples sendiri. Sekarang sudah insaf sih selain sadar faktor umur ada sadar ada bahaya kolestrol yang mengintai di setiap gigitannya…Yah sehari satu batang masih di toleransi kali ya, toh setahun cuma sekali ha…ha…ha… tetep ada alasan. 😛

Persiapan  sudah beberapa hari sebelumnya. Start dengan menuakan dulu keju edam dikulkas. Keju diparut,  lalu dibiarkan terbuka dalam kulkas sehingga agak kering. Prosesnya memakan waktu sekitar 2 hari. Kali ini saya coba pake keju apel, itu loh keju chedar yang dibalut dengan lilin yang berwarna merah ternyata hasilnya memang top markotop

Untuk menghasilkan kastangel yang renyah namun tidak hancur, butter dicampur dengan margarin dengan perbandingan 1:1. Di tambah dengan mengurangi kontak adonan dengan tangan seminimal mungkin.

Kastengel 2

KASTANGEL

 

Bahan:

300 gr campuran butter dan margarin (150 gr butter pake Elle + 150 gr blue band)

300 gr keju edam parut

300 gr terigu rendah protein

1 sdm maizena

1 buah kuning telur utk olesan

 

Cara

Kocok buter dan margarin sebentar lebih kurang 2 menit jangan terlalu lama cukup sampai margain dan buter tercampur

Campurkan keju aduk rata .

Masukkan terigu dan tepung maizena sedikit demi sedikit hingga tepung habis. Hindari memasukkan sekaligus terigunya.

Setelah rata masukkan adonan ke dalam plastik lalu gilas setebal 1 cm.

masukkan di freser sampai adonan kaku.

Keluarkan potong kotak-kotak olesi dengan kuning telur

panggang selama 30 s/d 1 jam dengan api kecil. Setiap 15 menit putar posisi loyang dalam oven biar hasilnya lebih merata.

 

 

Cookies Coklat Chip

Jpeg

Perayaan Natal sudah tinggal hitungan hari. Tapi rasanya hampir tidak punya waktu, menghias pohon Natal yang  biasanya dilakukan  begitu memasuki bulan Desember tanggal 14  Desember kemarin baru di pasang. Sedang untuk bikin-bikin kue barusan sempat juga pas menjelang natal.

Sebenarnya bikin kue kering juga buat kalangan sendiri, sejak tinggal di Bali tamu yg berkunjung  saat Natal nyaris nggak ada. Beda banget dengan waktu kita tinggal di Samarinda, tetangga pasti datang. Malah waktu pindah kompleks rumah masih tetep dicari…Hu…hu… kangen saat-saat itu.

Terlepas dari itu sebenarnya hidup di Bali jauh lebih enak. Nggak pernah mati lampu, jarang ngantri BBM, harga-harga jauh lebih murah dan satu lagi kalo mau ke pantai nggak pake waktu berjam-jam dengan banyak alternatif pantai.

Sutralah ditinggalkan dulu rasa yg mengharu biru untuk natalan kali ini pengen bikin Cookies coklat. Resep ngambil dari majalah sedap, mestinya buat kue tumbprint tapi aku modif biar jd cookies coklat hehhehe….penampilannya sih jelek tapi rasanya lumayan. kacang mete aku ganti almond yg dipanggang sebentar. Baca lebih lanjut