Strawbery Hutan

 

Olah raga pagi di Tegal Lega saat kunjungan ke almarhum mertua di Bandung hitungannya wajib. Jujur sih sebetulnya bukan olah raga, hanya mengelilingi lapangan satu putaran itu pun dengan jalan kaki. Sedang mata tak henti-hentinya memperhatikan pedagang  kaki lima yg menjajakan bermacam-macam dagangan baju, pecah belah, sayur plus makanan yg siap saji.

Satu putaran itu diikuti semangkok tahu hwa, cilok, lontong kari, susu, yoghurt dan kawan2..ibarat sekali dayung 2 tiga pulau terlampaui sehat badan, sehat mata dan perut kenyang ha..ha…ha…

September tahun lalu saat jalan-jalan di sana, ada seorang pedagang buah menjajakan buah merah mirip strawbery yg atasnya bertabur gula halus. Itulah saat pertama aku berkenalan dengan arbei hutan. Rasanya masam manis…diikuti harum samar yg menyeruak dalam setiap gigitannya yang membuat ketagihan.

Mulai dari situ berburu yang namanya pohon arbei. Begitulah saya, pengennya bisa nanam sendiri walau punya lahan hanya sebatas atap toko.

Dari sekian lama perburuan saya masih belum menemukan jawaban. Hingga suatu saat saya coba membeli di salah satu penjual tanaman online eh salah dua ding, karna saya mencoba di dua penjual tanaman. Ah ternyata saya memesan tanaman yang salah…Yang saya pesan strawbery hutan atau nama ilmiahnya Fragia Vesca.mati

Ya sudahlah bersyukur saja dan ditanam walau dari penjual yg pertama tanaman mati di perjalanan.

22528154_133484120734910_7701441492778510271_n.jpg

Sedang tanaman kedua walaupun layu masih ada sedikit tanda kehidupan. Doakan saya berhasil ya…sambil menunggu perburuan si Rubus fraxinifolius atau berebetan berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 


Iklan