KACANG AZUKI

Berkenalan pertama kali dengan kacang ini saat diberi oleh tetangga depan toko saya. Seorang tante yang berasal dari Ambon.

Saya bengong karna nggak pernah tau kacang ini dan mau dimasak apa? Saya tanya sih katanya bisa dimasak dengan daging. Mulai deh hunting resep dan nyari tau jenis kacang misterius ini.

Memiliki warna yg sama seperti kacang merah umum yang kita gunakan hanya memiliki ukuran mungil sebesar kacang hijau. Dari informasi yg saya dapat masih sepupuan dengan kacang tolo. Wes mbuh lah pengetahuan saya tentang kacang-kacangan terbatas. Berdasarkan googling nama kacang ini azuki atau adzuki bean.

Azuki sendiri diambil dari bahasa Jepang.  Dan sudah sejak lama kacang azuki yang mungil ini mempunyai tempat istimewa bagi orang Jepang untuk diet. Mereka sering merebusnya dengan gula sampai mendidih, kemudian dilembutkan sampai empuk seperti bubur, lalu membuatnya menjadi hidangan- hidangan seperti azuki an, yaitu adonan kacang yang terlihat di kembang gula khas Jepang.

Panjang kacang itu kira-kira lima millimeter. Ada sebuah kepercayaan kuno di Jepang bahwa bahwa warna merah bermanfaat untuk menolak bala. Sehingga bukan hal yang mengherankan bila kacang dengan corak warna merah ini begitu terkenal dibandingkan kacang lainnya yang tumbuh di Jepang. Hari ini pun, azuki memainkan peranan penting pada waktu festival-festival dan momen-momen khusus, merayakan kesempatan dengan hadir di hidangan-hidangan seperti seki han, dimana mereka mewarnai nasi yang manis itu dengan warna merah cerah..

Kacang ini kaya akan protein dan rendah kalori jika dibandingkan dengan kacang lain, termasuk kacang hitam, kidney bean (kacang merah), kacang pinto, kacang putih, dan kacang arab.
Dan seperti biasa dari biji yang saya peroleh  pasti disisakan sebagian kecil untuk bibit.
Menanamnya sendiri tidak susah sama seperti menanam kacang hijau. Dalam hitungan 3 bulan kita sudah bisa memanen hasilnya.
Ini bukanlah hasil tanam saya yg pertama. Dulu pun pernah saya menanamnya…karna hidupnya cukup mudah saya agak mengabaikan apalagi saya lagi hobi menanam segala sesuatu namun lahan terbatas, hingga yang saya tanam pasti bergantian. Bibit ini sempat teronggok diam dalam toples lebih dari 2 tahun.
Akhirnya dari sekian puluh biji yg coba saya semaikan kembali, yang hidup hanya satu pohon itupun diselingi keraguan apakah mampu berbuah.
Penantian saya ternyata tidaklah sia-sia pohon Azuki ini menghasilkan bunga dan biji kacang yang lumayan banyak, walau untuk dimasak tidaklah cukup. Namun setidaknya saya dapat menanam kembali menjadi beberapa pohon yg baru yg memberi hasil panen sesuai dengan keinginan .
 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s