SAMBAL ROA

Perkenalan pertama saya dengan sambal Roa ini di salah satu restoran Menado yang ada di Denpasar.

Sambal Roa adalah sambal yang terbuat dari daging ikan Roa. Dari beberapa artikel yang saya baca ikan ini termasuk ikan yang sudah mulai langka. Ukurannya sendiri tidaklah telalu besar dan memiliki cucuk yang runcing di ujung mulutnya.

Begitu sambal Roa disajikan saya takjub dengan ukurannya sepiring kecil yah kalo di sendok mungkin hanya satu atau dua sendok makan dengan harga 40 rb. Sayangnya harga segitu tidak diimbangi dengan rasa yang enak…Daging ikan sekeras kayu menusuk-nusuk gusi saat dikunyah, mengahabiskannya sungguh memerlukan perjuangan bahkan sebagian mendarat di tong sampah.

Kemarin selesai mengomentari foto temen di Fb yang habis liburan dari Menado, saya langsung di telphone. Dalam hati jangan-jangan dia kepencet nomer HP saya. Di angkat ternyata saya mau dikasih oleh-oleh ikan Roa sudah diasap tapi belum diolah plus ikan Cakalang.

Jujur masih agak trauma dengan perkenalan pertama. Tapi agak-agak penasaran dengan cerita yg beredar tentang kenikmatannya. Penasaran juga dengan cara pembuatannya.

Akhirnya bertanyalah bumbu yg biasa dipakai teman saya dalam membuat sambalnya ditambah dengan gogling di internet.

Sempat bingung juga sih karna yg saya baca ikan semungil itu kulitnya mesti dikupas dulu. Bayangan saya pasti susah ngupasnya…au…au ternyata enggak tuh. Kulit ikan Roa yang sdh diasap akan membuat lapisan kulit tipisnya menjadi gampang untuk dilepas.

Oh iya dari internet juga saya baru tau ikan ini tidak boleh dimandikan….bukan karna dia kafir 🙂 tapiiii karna dengan mencuci ikan akan membuat daging ikan keras untuk diolah…

Hasilnya pagi ini saya sarapan dengan telur dan sambal Roa saudara-saudara….Rasanya beneran enak, tekturnya seperti abon (jelas wong daging ikan diblender) dengan sedikit bau pengasapan. Awalnya saya pikir suami nggak doyan…loh ternyata nambah lagi makannya.

Makasih bu Maya yg sdh mau membawakan ikan Roa dan memberikan tantangan ke saya untuk mengolahnya.

PR selanjutnya mengolah daging ikan cakalang asap…..hmmmm berhasil nggak ya, kita lihat saja nanti.

SAMBAL ROA

ikan Roa

bawang merah

Cabe rawit

garam
Cara mengolah

  1. Bersihkan ikan dari kulit yg menempel, buang kepala dan tulang
  2. Goreng dalam minyak panas sebentar lalu tumbuk halus atau dibelender
  3. Iris bawang merah, goreng sampai kuning. Masukkan cabai rawit
  4. Tuang sedikit minyak kepenggorengan masukkan daging ikan, bawang merah dan cabai
  5. Selesai….tinggal makan nasi panas 🙂

 

 

Iklan

KEDAI SINGAPORE NUSA DUA

 

Bertepatan dgn kunjungan raja Salaman, kami memutuskan memakai keanggotaan club salah satu hotel untuk menginap di salah satu hotel Nusa Dua…syukur-syukur bisa bertemu dengan para pangeran yang ganteng-ganteng itu, lumayan buat cuci mata yg sdh mulai kabur. Yah siapa tau bisa bersih bersinar seperti habis dicuci pakai sunlight he…he…he.

Kalo para pangeran menikmati makan malamnya di hotel bintang 5…Kita milih ditempat lain, boseen bo makan makanan hotel …sombong (padahal lagi penghembatan budget). Apalagi suami sdh ngiler-ngiler lihat postingan anggota salah satu kuliner di Facebook.

Walau tinggal di Bali sebenarnya paling ogah ke Nusa Dua….berasa jauh apalagi cuma utk hunting makanan. Nah ini mumpung ada diwilayah tersebut jadi pasti di bela-belain. Namanya Kedai Singapore, menu yg disajikan pastilah khas negara tetangga tersebut.

Kita memilih 3 menu yang berbeda…aku memilih laksa ayam, si kecil laksa udang dan papinya memilih nasi Hainan.

Nasi Hainannya enak…sesuai dengan review teman-teman digroup, ayamnya empuk nasinya gurih bahkan suami  hampir nambah lagi karna begitu terkesan dgn rasanya.

Laksa udang juga lumayan. Yang sedikit trouble laksa ayam saya…kuah yang disajikan terlalu pekat dan keasinan…komplain ke pelayanannya…diganti sih tapi masih asin buat lidah saya…untung kuah ayam suami masih tersisa jadi saya campur supaya rasanya agak balance dan saya minta tambah irisan timun. Laksa yg disajikan disini pakai tauge dan irisan daun mint. Berbeda dengan laksa yg saya makan di Singapore yang ada aroma daun laksanya.