JATI LUWIH

img-20161126-wa0024

Sekian tahun tinggal di Bali, ke Jati Luwih yang terkenal keindahan terasiringnya sampai manca negara baru sekarang hu…kacian banget.

img-20161126-wa0022

Kesananya tidak direncanakan, wong lagi ngademin badan mau mandi karna habis senam udah gitu mau lanjut kerja..tau2x hp berdering dapat telp dari ade

“Ce, aku mau ke Jati Luwih ketempat customerku yg jual herbs lu mau ikut nggak?”

Nggak pake mikir panjang lagi..langsung ho oh aja. Kerjaan bisa ditunda sampai Senin he…he..

Janjinya jam 09.00, yang jemput baru munculnya baru 10.15..Tepok jidat..Namanya nunut dan sudah di ajakin saya mah cuma bisa pasrah wae.

Setelah sekian jam perjalan karna mampir dulu nganter barang dan tanya-tanya lokasi,akhirnya nyampe juga. Ternyata ade sayapun belum pernah kesini. Untungnya tinggal dikampung walau lokasinya besar semua saling mengenal jadi tidak susah nyarinya.

Basa basi sebentar di rumah si bapak yg punya kebun sambil nyulik se pot tyme plus lemon balmnya kita meluncur ke kebun herbnya. Kebunnya sih nggak terlalu jauh.

Begitu pintu mobil dibuka wow…amasing…indah seperti berasa diatas awan.Memandang rumah2 yg nampak spt rumah kurcaci dari ketinggian dikelilingi pegunungan dan diselimuti awan tipis..kerennn.

Kita juga di sambut sekumpulan ibu-ibu yg asyik membersihkan hasil panenan dan istri pemilik kebun dengan ramah

img-20161126-wa0020

Kebunnya jauh dari bayangan saya. Saya pikir herbsnya tertata dalam pot-pot mungil, diatur serapi mungkin. Sayurnya sih memang di tanam seragam. Namun seakan cuma dirawat sekenanya dan untuk menghindari hama dan hujan yg merusak,tanaman di tutupi kubah plastik.

img-20161126-wa0019

Untuk pembibitan dilakukan dalam buluh bambu yang sengaja belah dua dan di isi tanah lalu disebar biji bakal bibit..Beberapa malah tampak mengalami etolasi kurus tinggi dan menjulang.

p_20161126_132355_vhdr_on

Anehnya dgn perlakukan begitu hasilnya tetap bisa gede dan subur.Tyme,oregano dan beberapa herbs tumbuh bak tanaman liar merambat kemana mana memenuhi bedengan tanah.

p_20161126_130909_vhdr_on p_20161126_130520_vhdr_on p_20161126_130827_vhdr_on

Ibu  pemilik kebun dengan sabar menjawab pertanyaan kita. Duh senangnya…Dengan semangat saya ngicip setiap daun herbnya baru yg dijumpai…Rasanya kadang seperti obat pahit getir dengan bau yg tidak pernah saya kenal. Yang terakhir nyoba satu daun yg bisa dipake rujak lupa namanya, rasanya seperti mangga muda kecut tp nikmat.img-20161126-wa0021

Saking baiknya si ibu pulang pun bibit herb dan sayur yg niatnya kita beli semua diberikan gratis. Ditambah sekantung besar Sawi dan Wortel.Ah ibu kami jadi nggak enak hati sdh ngerepotin masih dibekalin pula.

fb_img_1480159617558

Sebelum pulang oleh pak Trisna nama pemilik kebun kami diantar ke spot terbaik lokasi obyek wisata terasiring di Jati Luwih yg terkenal.Dan baru tau juga disana sdh disediakan rute bagi yg gemar trekking. Next mau nyobain, waktunya entah kapan 🙂

fb_img_1480159576397

Walau cuaca mendung pemandangannya tetap ciamik…Bali memang tak salah jika disebut pulau Surga.

 

Iklan

APAM MENUL-MENUL

p_20161120_070250_vhdr_on_1_1

Susahnya kalo lagi kangen makanan sedang yang jual nggak ada di daerah yg kita tinggali saat ini. Cara satu-satunya ya buat sendiri. Sekarang gampang tinggal searching resep di internet. Namun kadang yg didapat, rasa antara yg diharapkan dengan realita berbeda 180 derajat.

Seperti kali ini….kangen makan apem hijau khas Samarinda. Apemnya berbeda dari apam yg biasa kita jumpai. Bentuknya juga tidak mekar seperti bolu kukus malah berbentuk segitiga. Memiliki serat seperti bika ambon tapi rasa apam. Bolak balik nyari dan nulis kata kunci apam hijau. Keluarnya mesti tidak seperti yang di inginkan.

Menurut saya kue ini agak langka cause di Samarinda sendiri hanya bisa ditemui di Pasar Subuh. Yang jualpun cuma satu…

Setelah sekian lama searching akhirnya nemu juga yg penampakkannya mirip. Itupun dari blognya negara tetangga.

Percobaan pertama gagal total…whoa…bantet.  keras…apek dan mendarat sukses dikeranjang sampah.

Menyerah? Not me banget..gitu loh..

Baca2 lagi., coba di kombain resep satu dengan resep lainnya. Dipercobaan kedua walau dikit bantet untuk rasa anak-anak doyan walau penampakkan nggak sesuai spt apam hijau yang di inginkan.

Percobaan ketiga lebih sempurna walau tektur tidak seperti apam hijau impian.Namun anak-anak doyan

Biar ndak lupa saya tulis dulu aja apam  menul-menul ala saya. Sementara saya tulis pake gelas yg saya gunakan.

16-11-20-18-08-10-293_deco

 

APAM MENUL-MENUL

Bahan

1 gelas nasi yg sdh di fermentasi

1 gelas tepung kanji

1 gelas terigu

1 gelas tepung beras

1 cup gula

2 gelas air

10 Lembar daun pandan

1/4 sdt air abu

1/2 kelapa muda diparut dikukus dengan sedikit garam

 

Cara

  1. Belender daun pandan dengan air lalu sari.
  2. Belender Nasi Fermentasi dengan air pandan lalu saring
  3. Campurkan 3 jenis tepung dalam baskom lalu tuang air nasi. Tambahkan gula lalu aduk rata.
  4. Biarkan semalaman.Saya buatnya malam lalu besok paginya
  5. Tambahkan air abu. Aduk Rata
  6. Panaskan dandang yg sudah diberi air sampai bergolak.Taruh loyang yg sdh diolesi minyak tuang adonan lalu kukus sampai matang

16-11-20-18-06-55-980_deco

 

 

CHERRY TOMOTOES

16-11-15-11-01-40-356_deco

Saya paling jarang beli bibit kecuali bibit sayuran.

Pohon cabe, tomat, daun bawang, melon, srikaya, markisa, delima, jeruk lemon semua saya peroleh dari buah yang saya makan. Niat bangetkan

Keuntungan yang didapet ya hemat uanglah he…he… kerugiannya kalaupun bisa dibilang rugi kadang buah yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang saya makan pertama. Kadang jelek kadang  bagus tergantung kebruntungan saya saat menanam.

Berdasarkan pengalaman menanam tomat cherry yang sudah bolak balik saya lakukan adalah tomat yang dihasilkan rata-rata nyaris tanpa biji walaupun untuk itu saya tidak bisa menggandakan lagi kecuali panggil kyai Kanjeng Taat. So far lumayan lah. Apalagi tomat yang ditanam sendiri menurut saya jauh lebih manis ketimbang beli maklum terpengaruh oleh yang nanem wkkkkwk…. (dilarang sirik 🙂 )

Sayangnya saya menanam di musim penghujan. Buah tomat yang dihasilkan kadang pecah dipohon dan beberapa dalam buahnya menghitam malah sebagian ada yang busuk. Belum lagi serangan si kutu putih yang menjadi-jadi. Hmm jadi faham kenapa saat hujan tomat yang biasanya murah jadi melonjak beberapa kali lipat.

 

16-11-15-09-55-27-734_deco

KABOCHA SOUP

 

16-11-11-20-02-06-306_deco

Sudah pernah beli kabocha di swalayan entah mengapa di balik bentuknya yang cantik menurut saya rasanya  tidak terlalu suka. Tapi tetep saja penasaran karna banyak yang bilang enak.

Ketika September lalu pulang ke kampung mertua di Bandung pas jalan daerah Lembang banyak banget yang jual. Niatnya beli sih buat ngambil bijinya dan coba nanem sendiri…Tapi mau beli kok males berhentinya ya sudahlah dilewati saja.

Tuhan itu baik, dia mengerti setiap kebutuhan saya walau tidak diucapkan dia perhatikan termasuk masalah-masalah sepele spt ini. Balik dari liburan saya dioleh-olehi karyawan buah-buahan termasuk si orange ini. Disayang-sayang di eman-eman karna bentuknya yang cantik. Dipandangi dan di elus-elus siapa tau bisa berubah jadi emas…#ngayal.com

16-11-11-21-46-47-175_deco

Akhir oktober kemarin mertua sakit mesti ke Bandung lagi. Empat hari disana balik-balik kabocha saya mulai sedikit ditumbuhi jamur…..Huaa…efek kurang kasih sayang. Akhirnya dengan tega saya ambil pisau kres-kres buang si jamur, kumpulkan biji…potong-potong daging buahnya saya kukus untuk buat soup.

KABOCHA SOUP

Bahan

1 bh kabocha kecil

1/2 btr bawang bombay

2 siung bawang putih

1/2 liter susu

100 ml cream kental

garam secukupnya

cara

  1. Potong2 kabocha lalu kukus
  2. Tumis bawang bombay sampai agak layu masukkan bawang putih
  3. Blender kabocha, tumisan bawang, susu dan krim kental.
  4. Tuang dalam wajan dan hangatkan sebentar

 

16-11-11-19-55-29-898_deco