OM ALI (EGYPTIAN DESSERT)

DSC01779

PRnya KBB kali ini bikin om Ali…haits yang bener aja, nggak salah ya bu admin ngasih judul resep. Masa dessert nama orang.

Langsung deh meluncur ke mbah google karna penasaran dengan cerita di balik nama Om Ali. Ternyata beragam cerita yang bertebaran di internet tentang kisah dessert khas negri mesir ini.

DSC01788

Ada yang mengisahkan perihal kemunculan awalnya dimulai pada jaman pemerintahan Ottoman saat sang sultan berkunjung ke suatu wilayah miskin. Walikota desa tersebut kebinggungan untuk menghidangkan sesuatu untuk sang sultan. Walikota mendatangi Om Ali seorang pembuat kue terkenal didesanya. Om Ali melihat sekelilingnya dan melihat potongan kue kismis, kacang di halaman dan susu sapi di kandang. Dengan bahan yang ada itulah ia membuat hidangan sederhana ini dan menaburkan gula di atasnya lalu  memanggangnya . Ternyata sultan suka, dan menanyakan nama kue ini dan mereka menyebutnya Umm Ali sesuai nama sang pembuat.

Dilain cerita disebutkan bahwa Om Ali terbuat karna intrik-intrik perebutan kekuasan antara istri muda dan istri tua.

Ya sutralahlah terlepas dari cerita yang beredar dengan versi yang berbeda-beda mari kita mulai mengerjakannya.

Aslinya membuat hidangan ini tidak terlampau sulit, nyaris seperti membuat puding roti cuma menggunakan puff pastry atau bisa juga menggunakan croisant.

Campurannya sedikit aku modifikasi sesuai dengan bahan yang ada di rumah.Gula juga dikurangi takut kemanisan. Ternyata untuk 2 cup susu dengan setengah cup gula buat saya memberikan rasa manis yang tak berlebihan.

Rasanya lebih mirip makanan kesukaanku waktu kecil dulu, gabin yang dicelup susu dimakan setelah gabinnya menyerap semua cairan susu. Namun yang ini rasanya diperkaya dengan kelapa dan kacang-kacangan.

Om Ali

Resep yg sdh disesuaikan by me

Bahan

2 Buah puff pastry

1/2 cup kismis

1/2 cup pumkin seed

1/2 cup kacang almond

1/2 cup kelapa

2 cup susu cair

1/2 cup gula

1 cup Whipycream yang sudah dikocok kental

Cara

  • Panggang Puff Pastry sampai kekuningan
  • Campur bahan kelapa, almond, kismis, Pumkin seed

DSC01771

 

  •  Panaskan susu bersama gula

DSC01775

  • Susun puff pastry yg sdh dipanggan dalam ramekin

DSC01777

  • tuangi Susu
  • beri taburan kacang-kacangan

DSC01778

  • Tutup atasnya dengan whipycream
  • Lalu panggang lebih kurang selama 10 menit

Logo+Tantangan+KBB+#+50+-+Om+Ali

Om Ali

Sumber: NANCY GIRGIS

Serves:  8 orang

Bahan:

1 pack              frozen puff pastry sheet /filo pastry, biarkan suhu ruang

½ – 2 cup         walnut cincang, pecan cincang, hazelnut (bisa diganti ¾ – 1 cup sliced almod)

1 cup               kismis

1 cup               flaked coconuts

1 ¼ cup            gula pasir

4 cup               susu cair

½ cup               heavy cream

Cara membuat:

1.      Panaskan oven 175oC. Olesi loyang dengan mentega. Letakkan pastry dalam loyang, panggang hingga bagian atas crunchy dan kecoklatan, keluarkan dari oven.

2.      Panaskan api atas oven (broiler).

3.      Dalam mangkuk, campur kacang-kacangan dengan kelapa dan ¼ cup gula. Patahkan pastry yang sudah dioven, masukkan ke campuran kacang. Tuang ke ramekin/baking dish.

4.      Tuang susu dan ½ cup gula ke panci, didihkan dengan panas sedang. Tuang ke ramekin/baking dish yang berisi campuran kacang dan pastry.

5.      Kocok cream dengan ½ cup gula hingga stiff peak. Bagikan ke ramekin/baking dish.

6.      Panggang 10 menit dengan api atas (broiler) hingga coklat keemasan. Sajikan hangat.

DSC01781

Iklan

Selada Butterhead

selada buterhead

Hitungannya saya tidak bisa disebut kekinian dalam bertanam hidroponik. Jauh ketinggalan banget .

Liat teman-teman bertanam hidroponik dari beberapa tahun lalu berseliweran di medsos, hati ingin mencoba tapi gagal faham. Coba ngulik-ngulik lewat internet juga masih ora mudeng, maklum saya termasuk orang yang lelet dalam memahami sesuatu lewat bacaan.Yang saya tau bertanam hidroponik itu bertanam dengan menggunakan media air wes itu tok. Mesti lihat dan praktek langsung baru “ngeh”.

Sampai saya satu hari berkunjung ketempat teman. Cerita punya cerita akhirnya dia tau saya suka bertanam. Dia bilang anak temannya lagi mau ngadain kursus tentang hidroponik. Walah pucuk dicinta ulampun tiba…ini yang saya tunggu-tunggu dari dulu. Nggak pake pikir 2 kali saya langsung minta tolong didaftarkan.

Biayanya cukup murah dibandingkan kursus hidroponik lainnya, masih dapet starter kit bertanam pula yang isinya netpot, kain flanel, rockwool sebagai media semai, pupuk A & B plus biji sawi, selada dan kangkung.

Sesi awal dijelaskan apa itu hidroponik, sejarah dan metode-metode apa saja yang digunakan. Baru setelah itu kita masuk ke sesi praktek penyemaian bibitnya.

Namanya juga starter kid otomatis rockwoolnya limited edition.Jadi benar-benar saya pikirkan semaian awal ini mau saya tanam apa. Saya milih nyemai sawi dan selada, karna nanam kangkung sudah pernah walau numbuh dari batang sisa limbah dapur yang mau dijadiin kompos.

Nggak pake lama ternyata dalam sehari biji semaian saya sudah pecah kulit dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Menurut mentor setelah mempunyai 4 daun baru bisa dipindahkan ke media hidroponik.Sampai saat itu tiba media hidroponik saya belum ada. Daripada almarhum, saya tanam dulu ke media tanah biasa

Dari 5 bibit selada yang ditanam ternyata hidup semua. Bibitnya sepertinya unggulan cause media yang saya pake ala kadarnya.

Pertama sempat bingung ini jenis selada apa? Semangat googling ternyata jenis buterhead yg memang hidupnya jauh lbh bandel dari teman sejenisnya.

Perawatan selama 1 bulan ini cukup siram pagi dan sore sampai media basah.

Semai awal tanggal 5 Desember. Foto ini diambil 11 Januari 2016. Mestinya sdh bisa dipanen karna dari referensi yang saya baca 30 hari setelah masa semai. Ini di eman-eman karna cantik, pengen tau sampai seladanya berbunga dan menghasilkan bibit baru.

Wish me Luck ya…. 🙂

 

 

selada buterhead3

 

 

Genovese Basil

DSC01753 copy

Basil adalah salah satu herb yang sering digunakan pada masakkan Eropa. Di Italia basil sering digunakan sebagai campuran salad dan bahan dasar pembuatan saus pesto bersama dengan pine nuts, olive oil dan keju. Kadang bersama saus tomat digunakan sebagai toping Pizza.

Sekilas mirip dengan kemangi. Namun memiliki ukuran daun yang jauh lebih besar dan aroma yang sama sekali berbeda.

Penanamannya sendiri tidak begitu susah. Segampang saudara sepupunya kemangi. Cukup ambil batang yang sudah tua tancapkan ke tanah subur lalu taruh ditempat yang tidak terkena matahari terik selama seminggu. Begitu muncul daun-daun baru pindahkan ketempat yang bermandikan cahaya.

Ini Basil hasil nodong ade untuk yang kedua kalinya. Tanaman pertama game over dengan sukses. Kok bisa? bukankah menanamnya gampang dan nggak rewel perawatan.

Awalnya nggak sadar kenapa daun satu persatu layu. Setiap daun diperhatikan dengan seksama sampai disatu pagi tanaman ini tumbang keseluruhan. Setelah diamati batang bawahnya terserang rayap.

Sekarang karna tinggal di toko, hobie bercocok tanamnya dilanjutkan dilantai 3. Semua tanaman mesti diam dalam pot-pot.

Dari satu pot kecil akhirnya basil ini berkembang jadi 5 pot besar dengan cara perbanyakkan stek batang.

DSC01754