GARLIC ROLL

2015-10-10-12-32-44_deco[1]

Masih ingat ketika masih muda, makan sebanyak apapun berat badan susah nambahnya. Padahal saya doyan banget yg namanya nyemil. Nggak bakalan berhenti memamah biak sebelum keler cemilan kosong. Kalau pun naik juga paling sekilo dua kilo, nggak berapa lama timbangan balik lagi seperti semula.

Menurunkan jauh lebih mudah ketimbang menambah. Padahal saya inginnya nggak terlalu kurus, biar pake baju keliatan ngepas nggak kedodoran seperti orang-orangan sawah.  Biar bisa juga pake dress yang sedikit keliatan lekukan pinggulnya. Jangan lurus aja layaknya penggaris. Gini-gini sayakan juga ingin kelihatan seperti wanita.

Hamil anak pertama berat badan naik cuma 12 kilo. Begitu melahirkan balik lagi ke timbangan semula. Begitu pula dengan kehamilan anak kedua, berat sisa-sisa kehamilan paling lama bertahan cuma setahun.

Sejak tinggal di Bali, mulai deh berat badan bertambah. padahal aktifitas yang dilakukan tetap sama. Setiap saudara  lama tiodak bertemu pasti komentarnya “sekarang gemukkan ya?”

Awalnya seneng , lah kok lama-lama semua baju dan celana berasa sesak terutama bagian tangan dan paha. Coba-coba ditimbang. Astaga sdh menyentuh angka 50 lebih dikit. Hitungan termasuk kategori normal sih tapi dengan tinggi tubuh 154 nyaris over dikit. Nambahnya jg nggak banyak sekitar 6 sampai 7 kg saja. Tapi bawaan dibadan nggak nyaman berasa begah dan sesak. Lagian jadi gampang cape. Nggak kebayang deh kalo sampai over weight.

Mulai 2 minggu yang lalu ambil keputusan berolah raga. Nggak lama-lama paling 30 menit. Sa sempetnya. Kalo sempat pagi ya pagi, jika tidak malam sebelum tidur. Setelah seminggu angka timbangan bukan berkurang malah bertambah. Tepok jidat dah, mulai atur pola makan. Cemilan dikurangi apalagi malam menjelang tidur.

Seperti kali ini berusaha nahan keinginan memamah biak. Biasanya setiap habis bikin kue di malam hari (maklum siang berkutat ditoko). Beberapa potong pasti mendarat dimulut. Apalagi yang namanya roti tau sendirikan biasanya paling enak fresh from the oven.

Namun pengecualian utk Garlic roll ini ternyata tetap enak sampai besok paginya padahal tidak menggunakan telur maupun pengempuk roti.

Resep masih menggunakan resepnya kak Ita masam manis.

Air di resep biar lebih sedap saya ganti dengan susu.

2015-10-10-12-34-06_deco[1]

 

Garlic Roll

Sumber : Azlita masam manis

 

Bahan

3 cup tepung terigu protein tinggi saya pakai tepung cakra

1 cup air hangat, saya ganti pakai susu cair

2 sdm gula pasir

1 sdt garam

2 – 3 sdm olive oil

1/2 bungkus fermipan

 

Bahan olesan

3 sdm butter

1 siung bawang putih cincang halus

2 batang seledri cincang

 

Cara

  1. Campur tepung, gula, fermipan dan susu dalam wadah uleni sampai lembut.
  2. Masukkan olive oi dan garam sambil diuleni dan tercampur rata dan elastis
  3. Biarkan adonan dalam wadah tertutup selama 40-45 menit sampai adonan mengembang 2 kali lipat.
  4. Kempiskan adonan. Bagi menjadi empat bagian
  5. Gilas adonan tipis dan berbentuk persegi panjang.
  6. Oles dengan bahan olesan lalu gulung. Potong menjadi dua. Susun dalam loyang yg sdh dilapisi kertas roti. Biarkan selama 30 menit supaya naik lagi .
  7. Oles dengan kuning telur. ( Karna lagi habis aku skip) Taburi atasnya dengan bubuk lada hitam dan biji wijen.
  8. Panggang lebih kurang 20 sd 25 menit. Begitu roti keluar dari oven olesi lagi dengan butter

 

 

 

 

 

2015-10-10-12-30-38_deco[1]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s