SRIKAYA MERAH

Jpeg

Sebelumnya belum pernah dengar sarikaya merah. Baru ngeh ketika si mami tercinta dapet bibitnya dari temen ade. Temen si ade dapet waktu dia makan sarikaya ini di Singapura trus bijinya disimpan kemudian ditanam setelah balik ke Indonesia dan berhasil.

Yang paling enak ya saya..mami namem lebih kurang 2 tahun ketika mami pindahan rumah srikaya ini nggak bisa ke angkut. Dengan sukarelalah saya siap menampungnya 🙂

Dari sekian banyak pohon yg berhasil dibibitkan si mami tercinta saya ngambilnya cuman 2  aja, nggak mau kemaruk lagian rumah saya lahannya juga terbatas jadi saya harus tau diri dong.

Jpeg Jpeg

Awalnya naruh dihalaman depan rumah. Yang kebagian tugas nyiram tanaman depan si bontot. Disiramnya mah asal kadang kena air kadang enggak 😦  banyakkan enggak. Satu-satu daunnya mulai menguning dan berguguran. Alamak jika dibiarkan bisa mati, timbang repot ngomel saya angkut aja ke halaman belakang. Saya pindah pot dan tanahnya saya campur dengan sebagian humus dan kotoran kambing.

Nggak nyampai juga satu minggu daun-daun baru mulai bertunas. Nggak lama berselang diikuti keluarnya bunga. Awalnya udah senang. tp ternyata satu persatu bunganya setelah mekar, menghitam lalu gugur.

Apa yg salah ya. Coba gogling di internet cari cara spy bunganya bisa berhasil dibuahi dan menghasilkan buah tentunya. Oh ternyata bila sipohon srikaya sudah mengeluarkan bunga tidak boleh sampai kekeringan. Siram pagi dan sore tapi setelah diterapkan kok ya masih gugur juga. Akhirnya saya  coba tehnik potong bunga seperti yg disarankan salah satu blog (maaf saya lupa sumbernya, karna kebanyakkan yg dibaca). Hal ini dilakukan karna membuat waktu putik dibuahi lebih panjang. ‘Sebenarnya putik sudah matang ketika bunga masih kuncup, tapi belum bisa dibuahi karena benangsari belum matang. Ternyata berhasil, sayangnya tehnik ini saya ketahui belakangan.

Sekarang dua pohon srikayaku walaupun tingginya kurang dari satu meter sdh berbuah, walaupun tidak banyak. Yang 1 baru satu sedang pohon yg lainnya sdh mengahasilkan 4 buah.

Hari minggu kemarin ketika siram-siram halaman belakang ketika ditengok si sarikaya ternyata sudah matang. sayangnya cuma ada 1. Supaya semua bisa ngicip panen perdana, satu buah dibagi 4, suami dan mertua kebagian sedang punya saya masih saya bagi lagi keanak-anak. Rasanya jangan ditanya, uenak dan manissss banget seperti yg nanemnya…. Jangan bilang saya narsis karna yg nanem phan mami sedang saya hanya meneruskan perawatannya he…he….

Buat catatan pohon ini pindah kerumah saya awal Mei, tahun ini. Ternyata nanem srikaya tidak susah

Jpeg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s